Cara Menghitung Kebutuhan Bata Ringan/ Hebel Per Meter

⏩ Begini cara menghitung kebutuhan bata ringan per meter kubik☑️ Contoh ilustrasi menghitung jumlah kebutuhan hebel vs bata merah☑️

Bata ringan atau yang biasa disebut sebagai hebel merupakan material yang memiliki ukuran lebih ringan jika dibandingkan dengan jenis batu batu pada umumnya. Keberadaan material ini menjadi alternatif pilihan banyak orang karena selain harganya yang terjangkau, sifatnya yang ringan tetap aman dan efektif untuk bahan bangunan.

Terlebih lagi pembuatannya diproses menggunakan mesin canggih sehingga masalah kualitas material tidak perlu diragukan lagi. Selain harganya yang relatif murah, material bata yang satu ini juga sangat mudah dalam instalasi pemasangannya.

Menghitung Kebutuhan Bata Ringan / Hebel

hebel

Sebelum memulai langkah ilustrasi menghitung jumlah kebutuhan hebel untuk konstruksi dinding, anda harus mengetahui ukuran hebel yang akan anda gunakan. Yang pertama kita ambil contoh menggunakan hebel dengan ukuran standar 7,5cm x 20cm x 60cm.

1 Meter Kubik = 1 : (0,075 x 0,2 x 0,6)

= 1/ 0.009

= 111 Biji

Dari rumus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk tiap 1 meter kubik hebel ukuran 7,5cm x 20cm x 60 cm adalah 111 Biji. Jika harga hebel per meter kubik adalah Rp.700.000 maka harga per biji nya adalah 700.000 : 111 = Rp. 6.300

Dengan harga Rp. 6.300, kira kira butuh berapa biji hebel untuk konstruksi dinding per meter persegi ? Berikut cara menghitungnya.

1 M2 = 1 : (0,2 x 0,6) = 8 Biji. Sehingga tiap 1 Meter persegi dinding dibutuhkan 8 biji hebel dengan ukuran 7.5 cm dengan biaya 8 x 6300 = Rp. 50.400.

Menghitung Jumlah Kebutuhan Hebel vs Bata Merah

bata ringan hebel

Setelah mengetahui cara menghitung kebutuhan bata ringan / hebel diatas, Anda dapat membuat gambaran perbandingan kira-kira lebih efektif mana penggunaan bata ringan atau bata merah konvensional. Untuk membuat ilustrasi menghitung jumlah kebutuhan bata ringan tidak terlalu sulit. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Buatlah Catatan Ukuran Standar Bata

Bayangkan Anda akan membuat dinding mini dengan luas satu meter persegi. Catatlah ukuran standar bata yang dijual di pasaran, yaitu ukuran bata jenis ringan dan bata merah. Perlu diketahui bahwa ukuran standar bata ringan adalah 10 cm x 20 cm x 60 cm, sedangkan bata merah 5 cm x 10 cm x 20 cm.

  1. Buatlah Perkiraan Harga Masing-Masing Bata

Harga bata ringan dalam berbagai jenis yang telah disebutkan di atas dapat Anda jadikan referensi. Selisih harga antara bata yang ringan dan bata merah cukup jauh. Bata merah biasanya dijual seribu rupiah saja per biji. Anda dapat mempertimbangkan akan memilih jenis bata mana sesuai kebutuhan.

  1. Gunakan Simulasi Gambar

Cara membuat ilustrasi menghitung jumlah kebutuhan bata ringan yang paling mudah adalah dengan simulasi gambar. Buatlah gambar persegi dengan asumsi panjang x lebar mewakili 100 cm x 100 cm.

Pada setiap persegi bisa memuat kurang lebih 8 gambar bata, sehingga dapat diasumsikan untuk membuat dinding seluas satu meter persegi, Anda membutuhkan bata sejumlah 8 biji. Mudah kan cara menghitung kebutuhan hebel diatas?

Sejarah Bata Ringan

bata ringan

Melengkapi informasi mengenai rumus analisa cara menghitung kebutuhan bata ringan, kami juga akan melengkapinya dengan informasi sejarah hebel yang ada di dunia hingga perkembangannya masuk ke Indonesia.

Negara yang pertama kali mengembangkan material ini adalah Swedia, yakni sekitar tahun 1923. Sejarah bata ringan awalnya adalah untuk meminimalisir masalah penggundulan hutan sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif bangunan.

Karena keberhasilannya, bata ini kemudian dikembangkan lagi oleh salah satu ilmuwan Jerman, Joseph Hebel hingga akhirnya dikenal juga dengan sebutan hebel. Di Indonesia sendiri, keberadaan material ini baru benar-benar bisa digunakan oleh masyarakat setelah didirikannya Pabrikasi AAC di Karawang, Jawa Barat.

Sejarah material ini menjadi salah satu temuan yang menjanjikan di dunia industrialiasi. Hal tersebut karena material ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh material lainnya, terlebih pada ukurannya. Keistimewaan yang dimiliki oleh material ini menjadi alasan mengapa banyak orang yang memilih untuk menggunakannya sebagai bahan bangunan.

Selain sejarah dan juga rumus cara menghitung kebutuhan bata ringan diatas, anda juga perlu mengetahui ragam jenis dan ukuran hebel yang dijual dipasaran agar konstruksi dinding anda semakin efektif dalam pembuatannya.

Jenis Jenis Bata Ringan

jenis bata ringan

Ada dua jenis hebel yang diproduksi di Indonesia, yakni AAC dan CLC. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, perhatikan ulasan berikut ini.

  • AAC

AAC atau yang biasa disebut sebagai hebel AAC memiliki komposisi berupa pasir, kapur, semen, air, gypsum, aluminium, dan juga beberapa bahan pengembang. Setelah adonan selesai dibuat, maka akan dikeringkan lalu dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Jenis hebel satu ini sangat cocok digunakan karena ramah lingkungan.

Cara membuat hebel jenis AAC adalah dengan mencampurkan semua bahan adonan lalu biarkan hingga mengembang secara sempurna. Untuk bisa mengembang secara sempurna, kira-kira dibutuhkan waktu selama 7-8 jam. Lalu, pada cetakannya ditaburi bubuk aluminium dan nantinya hydrogen akan secara otomatis terlepas dari bata.

  • CLC

CLC atau yang biasa disebut hebel CLC memiliki komposisi yang lebih sedikit dibandingkan dengan ACC, yakni hanya air, semen, pasir, dan foam. Namun, hebel ini memiliki tingkat kepadatan yang tinggi sehingga sangat rekomended dijadikan sebagai material bahan bangunan. Selain itu, jenis CLC juga lebih mudah untuk dipotong.

Cara membuat hebel jenis CLC hampir sama dengan jenis AAC. Hanya saja untuk jenis ini perlu diatur dengan baik tingkat kepadatannya karena menggunakan komposisi bahan yang berbeda.

Merk Bata Ringan Terbaik

batu hebel

Ada banyak sekali merk bata ringan yang bisa ditemukan dengan mudah di pasaran. Namun, meski begitu, Anda harus tetap selektif dalam memilihnya. Berikut beberapa merk yang bisa Anda pilih karena terjamin kualitasnya.

  • Falcon

Merk bata ringan yang pertama adalah Falcon dengan karakteristik yang setara seperti beton. Teksturnya yang halus membuat hasil bangunan menjadi lebih rapi dan nyaman untuk dipandang. Selain itu, karena memiliki karakteristik yang setara dengan beton, hebel sangat ramah lingkungan dan menawarkan keamanan tingkat tinggi.

  • Citicon

Bata ringan Citicon menjadi merk yang sangat terkenal di kalangan para pekerja industri. Hal ini karena merk Citicon sangat ramah lingkungan penggunaannya. Bata hebel Citicon bahkan dianggap lebih kuat jika dibandingkan dengan bata konvensional lainnya sehingga akan tetap cocok digunakan untuk bahan material apapun.

Ragam Informasi Lainnya :
Harga Cat Tembok Harga Keramik
Atap Baja Ringan Harga Baja Ringan

Nah, itulah informasi mengenai cara menghitung kebutuhan bata ringan dilengkapi dengan jenis hingga kelebihan dan kekurangannya. Dengan mengetahui beberapa informasi tersebut Anda akan lebih yakin lagi untuk memilih menggunakan material satu ini. Terlebih lagi kualitas yang ditawarkan memang tidak main-main.

Kata Kunci :

Bata Ringan Hebel,berrapa jumlah bata dalam 1 x 1 meter,ukuran idial untuk diding hebel,hiungan volume dinding bata hebel,hitungan bata 6 x 12,contoh rab batu bata ringan hebel sni,cara menghitung kebutuhan bata hebel,cara hitung hebel,cara hitung batu perkubik,bata ringan menggunakan cca,bata ringan 7 5 per m2,analisa bata ringan,17 bata sama dengan

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *