Batu Gamping : Ciri, Jenis, Proses Pembentukan & Manfaatnya!

Batu Gamping Adalah ?⏩ Kenali ciri ciri , manfaat, jenis, dan ☑️proses pembentukan batu gamping yang telah mengalami metamorfosis☑️

Batuan gamping lebih dikenal sebagai batu kapur, yaitu salah satu jenis batuan yang sering dipakai sebagai material bangunan. Batuan gamping banyak ditemukan di Indonesia, karena relief bumi di Nusantara mempunyai kekayaan maritim dari hasil laut yang cukup melimpah. Berikut informasi seputar batuan gamping yang perlu Anda ketahui.

Mengenal Material Batu Gamping

batu gamping

Secara keilmuan, batuan gamping tergolong jenis batuan sedimen yang berarti terbentuk akibat adanya proses sedimentasi secara alami. Senyawa yang menyusun batuan gamping adalah kalsium karbonat dengan bentuk mineral kalsit. Batuan ini cukup mudah untuk menemukannya, terutama pada tempat-tempat yang berada di laut perairan dangkal.

Batu gamping adalah jenis batuan yang dikenal juga sebagai batu kapur (limestone dalam bahasa Inggris). Berdasarkan proses kimiawinya, batuan gamping terbentuk melalui proses mekanik, organik, dan kimia. Setiap proses ini menghasilkan batu yang berbeda-beda, sehingga tidak heran jika batuan gamping mempunyai cukup banyak variasi jenis.

Kandungan Batuan Gamping

Kandungan yang termuat dalam batuan gamping antara lain kalsium karbonat dengan prosentase sekitar 50%. Selain itu, ada pula senyawa dan unsur kimia lain dalam wujud mineral, seperti siderit, mineral lempung, feldspar, kuarsa, pirit, dan sebagainya. Berdasarkan kandungan ini cukup mudah mengidentifikasi batuan gamping.

Sifat Batuan Gamping

Batu gamping adalah batuan yang terbentuk dari proses sedimentasi, sehingga sifat-sifat batuan sedimen juga dimiliki oleh gamping. Batu ini berasal dari hasil pengendapan binatang dan karang di lautan yang berakibat pada tekstur gamping tidak rata. Batu ini pun dapat mengambang di air karena massa jenis kecil.

Ciri Ciri Batu Gamping

Batuan gamping memiliki beberapa ciri dan karakteristik yang tidak dapat ditemukan pada batuan lain. Ciri ini berkaitan dengan proses pembentukannya serta bahan-bahan pembentuknya. Berikut ciri dan karakteristik batuan gamping yang perlu Anda ketahui.

  1. Terdapat Pori/Rongga

Proses pembentukan batuan gamping melibatkan reaksi biologis dan kimiawi antara cangkang binatang laut lunak yang telah mati bertahun-tahun dengan kandungan zat air laut. Hasil pembentukan ini menyebabkan adanya rongga dan pori-pori pada batu kapur.

  1. Warna Putih Mendekati Abu-Abu

Ciri ciri batuan gamping yang paling mudah dikenali adalah warnanya putih mendekati abu-abu. Jika dilihat dari kejauhan pun, batu ini cukup mudah diidentifikasi berdasarkan warna. Jika ditetesi dengan asam, maka batu ini dapat menyebabkan terbentuknya gas karbondioksida.

  1. Tekstur Lunak

Ciri ciri batuan gamping selanjutnya adalah bertekstur lunak. Permukaan batu kapur tidak halus, melainkan terdapat gerigi yang terbentuk secara alami. Tekstur inilah yang membuat batuan gamping dapat mengapung di air.

Jenis Batu Gamping

Batuan gamping yang telah mengalami metamorfosis membentuk beberapa jenis batuan baru yang dapat digunakan sebagai material bangunan serta dekorasi. Salah satu batu yang dihasilkan oleh proses metamorfosis batuan gamping adalah marmer. Berikut jenis-jenis batuan gamping yang sudah mengalami metamorfosis.

  1. Batu Chalk

Batu jenis ini mempunyai tekstur yang lembut, tidak seperti batuan gamping kebanyakan. Berwarna putih hingga keabu-abuan. Batu ini terbentuk dari organisme laut dan beragam ganggang laut, seperti foraminifera.

  1. Batu Travertine

Batu travertine dihasilkan dari proses presipitasi dan evaporasi yang berlangsung di dalam goa laut. Setelah sekian lama hasil proses ini akan terangkat menuju permukaan hingga menghasilkan batuan gamping.

  1. Batu Coquina

Jenis batuan gamping yang telah mengalami metamorfosis lainnya adalah batu coquina yang berupa batuan kasar terbentuk dari sisa renik organisme. Batu coquina cukup mudah ditemukan di daerah pantai atau tepian laut.

  1. Batu Oolitic

Batu ini tersusun dari unsur oolites, yaitu kalsium karbonat yang telah mengalami proses presipitasi dan evaporasi di dalam laut. Bentuk batu ini adalah bulatan kecil. Ada juga yang menyerupai butir pasir jika sudah pecah.

Proses Pembentukan Batu Gamping

Proses pembentukan batuan gamping bermula dari jasad renik binatang lunak yang hidup di lautan. Ketika sudah berada di sana dalam waktu lama, jasad renik ini akan berkumpul dan menjadi satu dengan terumbu karang. Seiring berjalannya masa dibarengi proses kimiawi yang terjadi, jasad renik tersebut akan membentuk batuan.

Manfaat Batu Gamping

Manfaat batuan gamping yang paling utama adalah sebagai material untuk konstruksi berat, seperti campuran bahan pembuatan rel, landasan jalan, serta pembuatan beton dengan kombinasi agregat.

Batu ini mempunyai sifat yang dapat mengapung di air, sehingga relatif lebih kuat menahan abrasi air pantai. Oleh karena itu banyak juga digunakan sebagai material konstruksi di area pantai.

Manfaat batuan gamping yang lain yaitu sebagai campuran bahan industri, seperti pada industri pembuatan kaca, pembuatan batu material bangunan, industri semen, pembuatan bata silika, bahan pemutih kertas, untuk industri peleburan baja, dan masih banyak lagi lainnya.

Ragam Informasi Lainnya :
Harga Batu Koral Batu Split
Harga Batu Alam Batu Bata

Itulah informasi tentang batuan gamping mulai dari dari definisi, karakteristik, jenis, proses pembentukan, hingga manfaat. Meskipun dari segi fisik batuan gamping tidak terlalu kuat (bahkan cenderung mengapung), batuan gamping mempunyai beragam manfaat yang berguna bagi kehidupan manusia. Salah satunya yakni sebagai material bangunan.

Kata Kunci :

batu gamping,batu,batu gamping didapat dari,Ciri-ciri khas fisik batuan travertine adalah,deskripsi batuan sedimen gamping,gamping,mineral karbonat batu gamping,pembahasan batu gamping klastik,pengertian kapur gamping untuk beton

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *